Archive for the 'pojok resensi' Category

Nonton Java jazz part III

Friday, March 9th, 2007

Sms ke hp-ku waktu aku masih di mobil jemputan. Ayah bilang dia dapet tiket Java Jazz dari om Bambang Harymurti. Gilenya, tiket itu bentuknya gelang yang ada tulisannya Artist Java Jazz 2007. Aku seneng banget (thanks om Bambang!!!). Akhirnya aku jadi nonton acara yang sudah lama aku tunggu-tunggu “Java Jazz”. Yeah,
I am a jazz lover…….

Sabtu siang aku pergi sama ayah untuk nonton Java Jazz. Malem itu, Maliq n d’essential, grup jazz yang aku suka, bakal manggung di hall A stage 2. Aku gak sabar buat nunggu. Sebelum Maliq manggung, aku sempet nonton Djanecy yang juga asyik beratzz. Aku berdiri paling depan. Aku pingin, waktu Maliq nanti manggung, aku udah ada di barisan paling depan!!!!…… hehehe.

“Okey, acara selanjutnya… Maliq n d’essential” seru Gusti, si pembawa acara. Tapi, anehnya si Gusti nunjuk panggung ke panggung sebelah. Aku sama Maliq lovers kemudian lari ke stage sebelah. Gila, berdesak-desak banget ya…. Sayang, ayahku gak bawa kartu BNI yang bisa dipakai untuk nonton dari balkon atas. Jadinya, aku kegencet-gencet deh!!!! Lebih tragis lagi, persis di depanku ada banyak speaker dan di bawah kakiku ada kabel!!!!!! Malang benar nasibku…! Tapi, gak apa-apa yang penting nonton Maliq!

Sayang, aku pendek. Aku, jadi aku kurang bisa ngeliat groupnya waktu nyanyiin lagu The One, Untitled, dan lagu di album keduanya Maliq: Menikamati Cinta. Aku juga gak dapet CD Maliq terbaru yang dibagikan sama vokalisnya, Angga. Gara-gara gak tahan sama keadaan aku yang malang ini, aku putuskan pindah untuk nonton grup Ecoutez yang manggung di ruang lain (Cendrawasih).

Gak kalah bagusnya sama Maliq… Lagu-lagu Ecoutez sama-sama bagus kok, aku juga sangat terpesona. Yang aku seneng, aku berdiri di paling depan waktu nonton Ecoutez, vokalisnya Ecoutez deketin aku mulu (sorry, ge-er nih). Nah, yang ini yang aku seneng. Eh, penontonnya juga gak kalah banyak dari Maliq lho…

Free Image Hosting at allyoucanupload.comMalem itu aku juga nonton Gino Vannelli, dia bawain lagunya bagus banget. Gayanya kalem, gak banyak tingkah, suaranya tinggi seperti penyayi-penyanyi klasik. Cuma, menurutku terlalu formal. Gak kayak Maliq yang geraknya kayak bola bekel. Loncat-loncat. Gino Vanelli juga nyanyiin satu lagu blues: A Little Big of Judas kalau lagu jazz yang aku inget dia bawaiin lagu: Wild Horses, It’s Only Love, dan Canto lagu Italy yang kata ayah artinya Cinta….

Penonton Gino Vanneli buanyak buangetttt…sampai-sampai gedung Plenary Hall penuh. Aku sama ayah duduk di jalan tangga. Jalan tangga yang di pake buat duduk itu juga penuh banget. Di depan panggung, penonton yang berdiri itu juga penuh. Ayah tepuk tangan mulu. Menurut dia Gino Vanelli tampil bagus. Sayang, koreografinya kurang, maksudnya kurang gerakan!!! Malam itu aku gak bisa terusin nonton Chaka Khan. Soalnya, terlalu malem dan ibu di rumah sendiri sama Kak Edo. Mangkannya aku sama ayah harus pulang cepet-cepet.

Pada hari Minggu aku nonton Java Jazz sama sekeluarga (aku, Mas Edo, ayah, ibu). Malam itu akan tampil penyanyi cakep, siapa lagi kalo bukan Jamie Cullum. Aku dateng kesorean, jadi nonton pertunjukan grupnya Jaque Mate dan Tya Subiakto Orchestra, yang menurut kakakku keren banget. Abis itu nonton grup lain yang aku gak inget namanya apa, yang jelas aku sama Mas Edo, ibu, dan ayah ngabisin waktu lama buat nungguin persiapan band itu. Karena lama banget aku sama mas Edo sepakat buat nungguin Jamie Cullum di lantai dua Jakarta Convention Center (JCC).

Free Image Hosting at allyoucanupload.comAkhirnya artist yang berusia 26 tahun, yang aku tunggu-tunggu itu muncul di panggung, Ya, Jamie Cullum, sodara-sodara…!!!. Dia mainnya asyik dan aktif banget, kayak Maliq. Hampir semua tempat duduk di Plenary Hall itu penuh. gara-gara ingin nonton laki-laki yang kelahiran Essex, Inggris ini.

Yang paling surprise, Jamienya loncat turun ke arah penonton dan berdiri di pager penonton. Penonton berharap kalo rompinya Jamie yang dia lepas bakal di lempar ke penonton. Sayang, ternyata harapan penonton salah…  Aku nonton Jamie Cullum sampe abis untuk dengerin lagu “Everlasting Love” yang ternyata gak di nyanyiin sama sekali…. Tapi aku sangat puas kok nonton Jamie Cullum.

Free Image Hosting at allyoucanupload.comDiakhir pertunjukan, penonton gak mau Jamie Cullum selesai dan keluar dari panggung, jadi terpaksa mereka bawain dua lagu lagi buat penonton. Habis itu si Jamie keluar dari panggung. Yang paling menarik, waktu Jamie Cullumnya naik ke atas grand piano yang berwarna hitam itu. Dia juga mainin lagunya Justin Timberlake yang Sexy Back pake tangan yang gebuk-gebuk badan piano sama pake suara yang sok-sok pake turn table yang biasa dimainin sama dj.

Waktu selesai mainin lagu Sexy Back, Cullum langsung jatuh terlentang di lantai. Nafasnya keliatan dari layar besar di samping panggung. Di akhir salah satu lagu yang dia mainin, dia langsung mengangkat 2 jempolnya sambil bilang “Bagoooes”. Kakakku ketawa terpingkal-pingkal, kayak orang kesurupan, soalnya gak berhenti-henti. Gak cuman Sexy Back yang ciptaan Justin Timberlake, dia juga nyanyiin lagunya Radio Head yang membuat penonton teriak histeris.

Kemaren katanya ayahku sempet telpon Om Peter Gontha (kalo dia gak boong lho!), Om Peter mau ngasih foto-foto musisi buat aku!!! -amin, deh- Moga-moga Om Peter yang singkatannya PFG gak lupa….

Buat Om Bambang, makasih ya gelangnya!. Gara-gara gelang dari Om Bambang aku jadi bisa nyanyi bareng Jamie Cullum. Maksudku, Jamie nyanyi di panggung, aku nyanyi di tempat duduk penonton..he..he..he…..

WUHUUUU SERU……..

The Kite Runner

Saturday, February 3rd, 2007

Kalau kau membunuh seorang pria, berarti kau mencuri kehidupannya. Kau mencuri seorang suami dari istrinya, merampok ayah dari anak-anaknya. Kalau kau menipu, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan kebenaraan. Kalau kau berbuat curang, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan keadilan” Kata - kata itu di ucapkan oleh Ayah kepada anaknya, ketika anaknya bertanya: apa yang haram di dunia ini ? Kalimat yang bagus ini ada di halaman 30, chapter 3. Buku novel The Kite Runner, karya Khaled Hosseini.
My father read the kite runner book; I always want to know the story of that book. When my dad finished reading, I straight to take the book. “You have to read that book Saras, that book is nice….” My father said with his excited expression of that book.
This book tells, there are 2 boys name Hassan and Amir. Amir has a dad he always called him Baba or dad. His dad was very famous and rich. But, Hassan fathers only a maid in Amir Family. They (Hassan and Amir) always together, since masa kecil mereka sama.
One day, people know if, Hassan is a Hazzara. Hazzara are (kaum yang dianggap derajatnya rendah karena sebagian dari kaum itu jadi (pembantu).
Hassan dan Amir sudah meneggelamkan pertemanan mereka. Amir memaksa Hassan pergi dari rumahnya. Amir selalu merasa berdosa sama Hassan sebab, ketika Hassan diperlakukan buruk sama seseorang (dan Amir melihat kejadian itu), tetapi dia gak mau nolong sama sekali….. Amir hanyalah seorang pengecut!!!
Setelah mereka berdua tumbuh dewasa, Hassan kembali ke kampung halaman yang ada di luar Afghanistan, Sedangkan Baba dan Amir mengalami penjajahan di Afghaistan oleh negara Rusia. Mereka kemudian terpaksa pindah (ngungsi) ke Amerika serikat. Disana, baba meninggal karena sakit. Sedangkan Amir menikah sama perempuan yang namanya: Soraya.
Kisah Amir Yang meniggalkan negera Afghanistan itu persis dengan kisah Khaled Hosseini (pengarang cerita The Kite Runner ini). Dia juga niggalin Afghanistan selama 4 tahun untuk nemenin ayahnya tugas di Perancis. Sekarang, Khaled berprofesi sebagai dokter dan journalist. Ini buku Khaled yang pertama. Khaled itu orang Afghanistan yang pertama kali meluncurkan buku dalam bahasa Inggris. Makanya, larisnya banget…banget…
Sayang, aku belum ngelanjutin baca nih buku (baru baca sampai halaman 420, masih 200 an halaman lagi). Waktu sih ada, tapi “niat” lagi kebawa arus males!

Phobia?

Sunday, January 28th, 2007

Ayah pulang dengan membawa kaset dvd dari kantor. Aku nanya isinya cerita apaan? “oh, ini film tentang phobia.” Dia jawab sambil lalu. “Yah, nanti nonton sama-sama ya?!” ajakku penasaran sama isi kaset itu.Tapi, malam itu, aku justru nonton film Phobia sama ibu. Sedang ayah sendiri pergi lagi entah kemana. ….
Dalam film yang aku tonton, penyakit phobia bisa nular dari ortu ke anak. Tapi, bukan dari virus… Trus dari apa? Nah, nularnya dari… Kalau orang tua takut sama burung dan ketemu di depan mata, dia pasti ngajak anakya lari sehingga anaknya juga ikut panik. Akhirnya kepanikan itu membuat penyakit yang namanya penyakit phobia. Tapi, kepanikan itu gak langsung menyerang, paling beberapa hari kemudian.
Bukan cuma itu, penyebab phobia bisa karena trauma watu kecil. Misalnya dengan anjing, kayak yang aku tonton difilm itu.
Ada anak kecil namanya ….. (coba aku inget dech nanti!) waktu dia di kereta bayi, ada seekor anjing loncat ke arah dia. Dia pikir anjing itu mau nyakar, mau nyakitin dia. Eh, taunya enggak!!! Tapi, walaupun enggak nyakar atau nyakitin dia, dia terlanjur ketakutan banget (phobia) sama anjing.
Oh ya…… aku lupa ngasih tau arti phobia…Phobia menurut film yang aku tonton itu adalah ketakutan yang luar biasa terhadap suatu hal, dan, hal-nya itu bisa macam-macam. Bisa dari hal kecil sampai hal besar. Contohya, ada phobia sama anjing, ketinggian, tikus, kecoa, ulat, air, tempat keramaian, dan lainnya…
Penyakit aneh ini, ternyata bisa disembuhin lewat beberapa terapi sama psikiater atau dokter kejiawaan. Contohnya, ada orang yang takut banget sama bulu burung. Tapi, psikiater itu justru deketin bulu ke orang itu,sambil bilang kalau bulu ini sama sekali gak berbahaya. Dokternya bilang ke orang yang takut sama bulu burung “Kamu coba deh, pegang bulu ini.” Akhirnya, pelan-pelan dia deketin bulu itu dan berhasil memegang bulu itu!!!!!!
Di film itu, dicontohin juga orang yang punya phobia sama ketinggian. Akhirnya, dia naikin tangga pemadam kebakaran yang tinggi banget. Tadinya, dia gak mau sampe nangis-nangis ketakutan. Dokter itu bilang kalau dia akan baik-baik saja. Dia naik tangga pemadam kebakaran itu ditemenin sama dokternya.
Memang, para phobia gak selalu berhasil diobatin. Contohnya, ada orang yang takut sama air laut (hydrophobia). Si psikiaternya udah mesen tiket kapal buat si penderita phobia pake uangnya sendiri. Tapi, di pelabuhan, si penderita itu langsung nolak mati-matian untuk naik kapal, yang udah nongkrong di depan dia.
Menurutku, film ilmu pengetahuan yang dibuat sama BBC kayak gini, bagus banget untuk ditonton. Soalnya nambah pengetahuan kita.
Temen, ada film baguz lain gak? Sharing dong!!!! Hehe…

Menonton filmnya Om Rudi Soedjarwo

Monday, January 1st, 2007

Hari dimana pertamakali taun 2007, aku ngelewatinnya dengan nonton film yang menurutku bagus. Film ini emang sempet terkenal di dunia perfilman. Film Sembilan naga (karya om Rudi Soedjarwo, sutradara yang membuat film AADC, Pocong 2). Di film 9 naga, om Rudi cerita tentang, persahabatan dan kesetiaan. Lebih tepatnya Kesetiaan seorang sahabat.

Berawal dari hari yang cerah. Tiga orang sahabat (semuanya cowok) mendapat tugas dari bos mereka untuk ngebunuh 2 orang. Mereka bertiga (Marwan, Doni, dan Lenny) adalah pembunuh bayaran itu. Waktu mereka beraksi di kafe, polisi dateng. Akhirnya Marwan sama Doni ketahuan. Sedangkan si Lenny nunggu mereka di mobil hitamnya. Doni sama Marwan berpencar. Saat Marwan ngumpet di belakang tembok yang melebihi tinggi badannya. Saat inilah adegan yang sangat dramatic bagiku, Marwan nembak orang yang dikiranya polisi. Gak taunya orang itu Doni, temannya sendiri yang sedang berjalan menuju Marwan. Sekarang tinggal Marwan sama Lenny.

Pada suatu hari, Marwan minta bayaran ke bosnya karena mereka bertiga udah ngebunuh satu orang. Tapi, bosnya nolak dengan tegas. Soalnya, mereka disuruh ngebunuh dua orang bukan cuma satu orang. Marwan gak bisa terima. Akhirnya, bosnya dibunuh, lalu dia nyuri semua duit bosnya itu. Di akhir film, Marwan ketahuan ngebunuh bosnya. Lenny disandera oleh kelompok bosnya biar Marwan dateng ke tempat Lenny di sandera. Marwan dateng dan dibunuh. Sedangkan si Lenny, dilepaskan begitu aja sama si penjahat. Pesan terakhir Marwan itu, kalo Lenny harus ngejaga anak dan istrinya.
TAMAT

Menurut aku, the film was too classic. So, asyik juga untuk nonton. Ditambah sama lagu yang pas. It was romantic…..
Tapi, aku bingung. Kenapa yang lemah justru menang (Lenny)????
walaupun gitu filmnya teteup bagus kok menurutku. So dramatic!
Yang aneh dari film ini, judulnya 9 naga. Tapi, cuma tiga orang yang jadi tokoh utama film ini.
Ooooo, mungkin gara-gara judul komik yang ditititpin Doni ke Marwan kali yee…
Eh pren, nih kaset asli loh! gak bajakan… Eh, ngomong-ngomong, ada yang kenal sama om Rudi Soedjarwo gak ya? Aku pengen belajar bikin film sama om Rudi nih.

Sup Ayam

Saturday, December 23rd, 2006

Sup ayam kali ini emang bukan sup ayam biasa. Tapi, orang orang pada tahu tentang sup ayam ini. Soalnya sup ini jadi BEST SELLER di Amerika. Hayo tebak ini sup ayam apa? dunia juga tahu lho tentang kelezatan sup ayam ini. Yang jelas bukan masakan ibuku lho.

Yup, nyerah nih?
Sup ayam ini bentuknnya buku, isinya ada 98 cerpen (cerita pendek) yang di buat sama banyak orang !!! Hehehe. Aku bilang sih bukunya bagoesss banget. Soalnya, banyak cerita menarik yang isinya ada yang gembira, ada sedih, kemarahaan, kesetiaan, dan lainnya. Apalagi banyak kata-kata baru, yang bisa kita pake untuk tulisan atau percakapan kita dalam kehidupan sehari-hari. Banyak banget cerita menarik di buku itu nih aku kasih contoh dari salah satu ceritannya:
“Teman Baik”
Cerita tentang 2 sahabat, namanya Ann sama Kelly. Karena rumahnya Ann dekat sama rumahnya Kelly, Ann main ke rumah Kelly. Tiba tiba Ann itu bosen main dirumah Kelly, lalu dia menghiraukan Kelly. Soalnya si Ann kepengen pulang, Kelly memohon–mohon sama Ann supaya gak pulang gara-gara Kelly masih pengen main sama Ann. Akhirnnya, Ann setuju gak pulang, jika Kelly ngasih mokasin (semacam mainan) kesayangannya. Besoknya, Kelly nyadar kalau sebenarnya Ann itu bukan sahabat sejatinya. Karena, seharusnnya sahabat sejati tidak pernah pamrih kalau berteman.
Sayang, aku gak bisa nyeritain lebih bagoes. Mangkannya aku saranin temen-temen baca aja buku itu atau cari di internet, kan gak bayar.

Free Image Hosting at allyoucanupload.comSebenernnya, ada buku yang menarik juga judulnnya pemain layang layang atau “The Kite Runner”.Buku ini (punya ayah) juga best seller menurut koran Amrik The New York Times. Aku udah baca buku ini tapi, belum sampe abis. Ceritannya tentang, ada keluarga yang pindah ke negri lain gara-gara di negrinnya ada perang.
Sebenarnnya, aku beli buku ini karena kebetulan lewat toko buku. Waktu aku jalan-jalan sama ayah, ya iseng deh, abis itu beli buku. Tapi tuh buku aku baca ceius. Ya, jadinnya baru baca 80 halaman. Belum aku lanjutin, soalnnya capek dan males mungkin next time kali ya…. Kalau ada yang mau nyumbang buku-buku yang bagus langsung kasih ya, aku terima dengan sukarela he…he…he…

The King Witch

Sunday, December 10th, 2006

Free Image Hosting at allyoucanupload.com Ini foto om Tony Prabowo. Dia composer musik aneh yang paling terkenal di Indonesia! Tapi, itu menurut ayah.
Aku dikenalkan ayah di depan pintu gedung petunjukan The King Witch, di Taman Ismail Marzuki Jakarta. Pada hari Sabtu malam kemaren. Dia sedang sibuk nyiapin pertunjukan. Waktu ayahku melihatnya, aku di gandengnya erat-erat dan diajak di depannya. Langsung saja aku tanya “om boleh foto sebentar gak!” Dia dengan ramah langsung bergaya di depan kamera yang aku bawa.
Dia adalah komposer yang ramah dan tidak sombong. Waktu pertama kali aku melihatnya, aku terpesona oleh rambutnya yang terurai panjang. Tapi aku pikir itu biasa di lingkungan seniman, karena banyak aku liat artist seni yang rabutnya terurai. Kadang aku bingung kenapa seniman rambutnya dibiarkan panjang??? ah, tapi itu hak mereka. Iya gak?

Free Image Hosting at allyoucanupload.com Om Tonylah yang menciptakan seluruh komposisi musik untuk opera The King Witch yang saya tonton malam itu juga! Selain om Tony, malam itu aku juga dikenalkan dengan om Yudi Ahmad Tajudin yang tugasnya stage director atau sutradara panggung. Sayang, aku gak sempet ketemu sama om Goenawan Muhammad. Yang juga ikut dalam pertunjukan ini sebagai, penulis libreto (syair opera), sutradara, sekaligus penasehat pertunjukan The King Witch (ini aku baca dari buku yang dibawa ayah).
The King Witch itu sebuah pertunjukan opera yang menceritakan tentang seorang dukun sakti bernama Calon Arang. Dia adalah cewek dukun sakti, dari desa Girah-Kediri yang dihancurkan oleh raja Airlangga. Ibu itu, Calon Arang mempunyai anak bernama Manjali. Puterinya yang cantik jelita tidak berhasil mendapatkan seorang suami karena takut sama santet atau kesaktian ibunya.
to be continue, mau pergi dulu nih…

nih aku terusin!!!
Akhirnya sang ibu mau dibunuh sama raja Kediri . Karena, ibunya dituduh nyebarin virus penyakit.
Panggungnya itu bagus banget. Soalnya, panggung itu dirancang unik seperti, tangga untuk penyanyi operanya berjalan. Ditambah sama mesin yang membawa potongan-potongan kayu bergerak naik turun mengelilingi roda yang di dalamnya ada air seperti di pameran lukisan yang pernah saya lihat.
Sayangnya aku gak boleh motret, soalnya kamera dan hp harus dimatiin. Nyebelinnnn!!!!! Ya tapi kalau gak dimatiin, nanti aku malah foto-fotoan mulu! Biasaaa… buat kenang-kenangan, juga bisa di tempel ke blog. Background atau slide show juga menarik.
Menurutku, slidenya sama musiknya itu bingungin banget. Masa, waktu kita memperhatikan slidenya, eh… tiba tiba “dung!!!” suara musiknya jadi ngalihin perhatianku. Aku jadi bolak-balik bolak-balik dari musik ke gambar slide.
Tapi gak nyesel kok nonton The King Witch. Banyak juga artis yang nonton, jadi tambah seru aja. Bagian yang paling menarik tuh, waktu raja Airlangga mau ngusir virus-virus penyakit yang menyembar di desa. Dia itu membawa sapu dan mengusir virus dengan buntut dari sapu lidi itu. Dia menggerakannya kesana-kemari, kesana-kemari. Jadi sempet ketawa deh! Waktu jam istirahat dipertunjukan emmm!!!! aku minum es kacang ijo yang dibungkusi sama gelas plastik. Jadi mau minum lagi nih!! he he
Eh, udah dolo ya, ngantuk nih. tha tha.