Polisi jaman sekarang
Monday, April 9th, 2007“Polisi tembak mati atasannya” (di kutip dari salah satu koran Indonesia) “Hah, gila. Masa’ polisi yang harusnya menjaga keamanan masyarakat atau orang-orang, eh malah mengganggu keamanan masyarakat” Aku merenung berita yang di tulis di salah satu koran itu.
“Yah, masa’ aku baca di koran kalau Polisi nembak atasannya sampe mati!” aku gak terima kalau polisi nembak orang cuma gara-gara mau di pindahin tempat kerja ke salah satu daerah lain.
Ada juga polisi yang ngebunuh empat orang, gara-gara polisinya cemburu karena istrinya dituduh selingkuh. Kenapa masalahnya gak di selesain secara ke keluargaan aja ya, tapi langsung nembak. Bukannya yang seharusnya nyabut nyawa orang itu Tuhan?, Eh, ini malah polisi yang cemburu dan akhirnya ngebunuh dirinya sendiri. Untungnya, ada orang yang dateng ke rumahnya dan ngeliat sesudah tembak-tembakan itu terjadi, setelah itu jenazah di bawa di bawa ke rumah sakit.
Seharusnya, polisi atau siapa pun itu, gak boleh bunuh siapa pun karena kesalahan apa pun dan kapan pun. Karena, manusia gak berhak untuk ngambil nyawa seseorang, yang berhak itu Tuhan……. Kalau ada kejadian yang di tulis di paragraf 2 itu juga gak boleh, karena kalau mau bunuh diri kenapa ngajak-ngajak (maksudnya, ngapain ikut ngebunuh orang) bunuh diri aja sendiri, gak maksud nyuruh loh….. he he he……
Orang yang ngebunuh atau bunuh diri ngerugiin orang sekitarnya. Misalnya, suaminya bunuh diri dan kebetulan masalah keuangan suaminya yang ngurus (kerja). Jadinya, suaminya ngerugiin orang yang gak salah, istri sama anak-anaknya. Akibatnya, ibunya harus banting tulang gantiin kerja, anaknya gak bisa sekolah dan harus ngebantuin ibunya nyari duit, dan itu diakibatkan oleh suaminya yang bunuh diri padahal, keluarganya sama sekali gak salah sama suami atau ayahnya.
Maaf cerita ini sebenernya udah lama ditulis, alias ketinggalan jaman. Tapi komputerku lagi rusak. Jadi baru diposting …Hehehe……