Gak ada Opa, gak ada Natal
Monday, December 25th, 2006
Setiap malam natal tiba, biasanya aku ngerayain sama Opa. Rumahnya yang luas seperti lapangan bola dia isi dengan pohon natal yang dihias. Sering aku kangen sama suasana kayak gitu. Tapi, sekarang udah gak ada lagi. Soalnya Opaku yang satu-satunya dalam keluargaku yang beragama Kristen Protestan, dan sekarang udah gak ada (meninggal). Walaupun kami beragama Islam, aku selalu menghargainya seperti dia juga menghargai agama lain.
Biasanya, ayahku markirin mobil lamanya di depan gang rumah opa dan eyangku. Aku selalu bilang “cepat…cepat… parkirin mobilnya. Aku pengen segera ketemu opa dan eyang”. Akhirnya ayahku selesai markirin mobilnya. Eyang sama opaku udah nuggu di depan gang. Opaku datang dan memeluk. Dia menciumku dengan jenggot tajamnya. Aku ngerasa geli banget, tapi aku diam, seperti patung. Aku selalu tersemnyum dibuatnya, dia bagaikan santa yang hidup. Mungkin, sekarang aku hanya bisa bilang di dalam hati untuk mengatakan yang selama ini belum ku bilang ke dia, I Love U Opa and happy christmas. I always pray for you, like you always pray for me. (aku sayang padamu Opa dan selamat natal. Aku selalu mendoakanmu, seperti kau mendoakanku juga.)
Malam natal tahun ini, aku ngabisin waktuku untuk menjenguk Omku yang lagi dirawat di rumah sakit, bukan ketemu Opa. Tapi aku tau, dia ngikutin aku waktu aku jenguk omku yang lagi sakit. Sampe di sana, eyangku udah nyambut kedatanganku dengan Omku. Omku kelihatan sangat lemah, seperti orang yang benar-benar sangat sakit. Sakitnya sangat parah dan bisa ngambil jiwanya. So, aku mohon doanya dari temen-temen. Untungnya, omku tegar buat ngadepin ujian yang diberikan sama Allah.
Emang sih, aku bosen banget di sana. Tapi, aku harus rela untuk ngejenguk Omku yang sakit parah. Aku sangat sayang padanya. Aku lebih mentingin jenguk Omku daripada perasaan bosenku. Karena, semua Omku adalah Om yang aku sayangi. MERRY CHRISTMAS AND HAPPY NEW YEAR EVERY ONE
WHOOO…..HOOO…..HO…HO…HO…..
Santaklaus



